Papua Tengah - Provinsi Papua Selatan kembali menorehkan sejarah dalam pengembangan produk lokal dengan resmi meluncurkan kopi endemik Merauke yang diberi nama "Kopi Kasuari".
Peluncuran ini berlangsung dikemas dalam bentuk coffee time dan peresmian di Taman Satwa Yamai Atid Merauke, hari Selasa, 25/09/ 2025.
"Kopi Kasuari" merupakan hasil inisiasi cemerlang dari dua sosok inspiratif yakni mantan Bupati Merauke periode 2016-2021 Frederikus Gebze dan Mas Aditia.
Baca juga: Inovasi Kuliner Bubur Sagu Ala Anak Merauke
Gubernur Papua Selatan, Bapak Apolo Safanpo, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan terima kasihnya kepada para inisiator dengan gagasan yang sangat cemerlang. "Pemerintah dan masyarakat Papua Selatan mengucapkan selamat dan sukses, apresiasi sekaligus ucapan terima kasih kepada Bapak Fredy dan Mas Adit," ujar Gubernur Apolo.
Gubernur Apolo menambahkan bahwa "Kopi Kasuari" adalah sebuah kekayaan baru bagi Papua Selatan, sebuah fragmentasi unik dari biji kopi yang diinspirasi oleh burung kasuari. "Ini merupakan suatu kekayaan bagi kita, mudah-mudahan kopi ini dikenal lebih luas oleh masyarakat di Merauke maupun di Papua Selatan," harapnya.
Gubernur Apolo Safanpo optimis bahwa Kopi Kasuari mampu menembus pasar yang lebih luas,bahkan bisa dipromosikan ke daerah lain, sehingga terus berkembang menjadi produk unggulan baik di Kabupaten Merauke maupun di Provinsi Papua Selatan. Untuk mencapai hal tersebut, ia menekankan pentingnya kreativitas dan inovasi, untuk menghasilkan produk-produk tangguh, harus adanya ide kreatif,dan gagasan yang baru.
Gubernur Apolo juga memuji Fredy Gebze sebagai seorang engineer karena telah menciptakan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya, dengan nilai kebaruan yang tinggi.
"Kakak Fredy ini termasuk engineer karena mereka menemukan atau mengkreasikan sesuatu yang belum pernah ada, ada nilai kebaruan," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kemajuan suatu daerah bergantung pada kemampuan menemukan hal-hal baru, seperti yang telah dilakukan oleh Fredy Gebze dan Mas Adit.
Peluang Kopi Kasuari untuk bersaing di pasar lokal maupun regional sangat besar, namun hal itu sangat bergantung pada strategi promosi dan pengelolaan yang baik. "Jika terus memproduksi dan terus diperkenalkan kepada banyak orang, rasanya berbeda serta manfaatnya juga banyak maka bakal mampu bersaing di dunia pasar," jelas Gubernur Apolo.
Peluncuran "Kopi Kasuari" ini diharapkan menjadi awal yang baik untuk pengembangan selanjutnya, agar kopi ini dapat terus dikembangkan dan terdistribusi luas di pasar.
Mari kita lihat suasana peluncuran Kopi Kasuari ini:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung