Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 14 JULI 2026 • 20:48 WIB

Kenali Tujuh Wilayah Adat di Papua, Bukti Persatuan Di Atas Keberagaman

Kenali Tujuh Wilayah Adat di Papua, Bukti Persatuan Di Atas KeberagamanAtraksi Apen Beyern Suku Biak di Kongres Masyarakat Adat Nusantara 2022 (infopublik.id/Amiryandi)

PAPUA TENGAH - Pulau Papua merupakan pulau terluas di Indonesia yang dipenuhi kekayaan alam juga suku dan budaya. Pulau seluas 786.000 km persegi di belahan paling timur Indonesia ini telah dihuni oleh masyarakat lokal sejak 50.000 tahun lalu. 

Sehingga, "Bumi Cenderawasih" ini sudah memiliki sistem sosial budaya yang diwariskan secara turun-temurun hingga sekarang seperti wilayah adat. 

Wilayah ada di Papua terbagi menjadi tujuh. Tidak hanya sekedar pembagian geografis, masing-masing wilayah adat ini merepresentasikan kesamaan latar belakang, bahasa juga sistem sosial-politik.

Berikut tujuh wilayah adat warisan leluhur yang ada di Tanah Papua:

1. Mamta

Wilayah adat Mamta menghuni Kota dan Kabupaten Jayapura, Keerom dan sebagian wilayah Sarmi. Mamta atau dikenal juga dengan Tabu Sairat merupakan pintu masuk utama antara Papua dengan dunia luar salah satunya pusat pemerintahan modern saat ini.

Mamta dipimpin oleh Ondoafi, seorang pemimpin adat yang dipilih karena memiliki kewenangan terhadap tanah dan masyarakatnya secara turun temurun.

Budaya yang menjadi ciri khas disini adalah Tarian Yosim Pancar (Yospan). Tarian ini termasuk jenis tarian pergaulan antar pemuda-pemudi sebagai simbol kebersamaan orang Papua.

Selain itu, Mamta juga menyelenggarakan Festival Danau Sentani yang menjadi destinasi utama bagi wisatawan lokal maupun internasional. 

2. Saereri

Wilayah adat ini mencakup gugusan pulau di Teluk Cenderawasih, Biak, Supiori, Yapen dan Waropen. Kehidupannya yang dekat dengan laut membuat masyarakat memiliki ikatan istimewa dan menjadi pusat budaya maritim Papua.

Sarerei dikenal dengan suku-suku penakluk laut yang pandai berlayar dan berdagang. Suku Biak dikenal dunia sebagai pelaut tangguh yang memiliki kemampuan membuat kapal cepat, sistem navigasi bintang dan jaringan dagang lintas pulau.

Salah satu tradisi yang masih dipertahankan hingga saat ini yaitu Upacara Wor yang menggambarkan siklus hidup manusia.

3. La Pago

La Pago mencakup Jayawijaya, Puncak Jaya, Lanny Jaya dan Yahukimo. Wilayah ini dihuni oleh suku-suku besar seperti Suku Dani, Lani, dan Yali yang tinggal di rumah adat Honai dengan atap kerucut yang khas.

Kepemimpinan di La Pago dipegang oleh Ap Kain, seorang kepala perang yang dihormati karena keberanian dan kebijaksanannya.

Tradisi yang masih dilakukan hingga saat ini adalah Bakar Batu (Barapen). Ritual memasak menggunakan batu panas ini memiliki makna perdamaian dan persaudaraan. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Https://kab-yahukimo.kpu.go.id/

BERITA TERBARU

Kenali Tujuh Wilayah Adat di Papua, Bukti Persatuan Di Atas Keberagaman

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!