Tugu Perdamaian Timika Indah (Saldi Hermanto/Seputar Papua)
PAPUA TENGAH - Bagi masyarakat Kabupaten Mimika, pasti sudah mengenal dan sering melewati sebuah tugu dengan desain ukiran Kamoro di salah satu persimpangan jalan kota. Tugu ini merupakan simbol sejarah sekaligus pengingat akan terciptanya perdamaian di tengah-tengah beragamnya latar belakang masyarakat Mimika.
Namanya Tugu Perdamaian Mimika atau Bundara Timika Indah atau sering disebut juga dengan Eme Neme Yauware. Berikut fakta menarik tentang monumen penuh makna ini:
Tugu Perdamaian dibangun sebagai lambang persatuan masyarakat Kabupaten Mimika yang dihuni oleh beragam suku, agama, dan latar belakang budaya. Kehadirannya terinspirasi dari puncak perdamaian antarsuku pada tahun 2004 mengingatkan pentingnya hidup berdampingan secara damai di wilayah yang sangat multikultural.
Desain Tugu Perdamaian ini merupakan gabungan antara desain modern dan ukiran Suku Kamoro. Model ukiran yang khas dengan garis meliuknya ini merepresentasikan salah satu suku asli yang tinggal di pesisir Mimika tersebut.
Nama Tugu Perdamaian juga diambil dari bahasa asli suku yaitu Eme Neme berasal dari bahasa Amungme yang artinya bersatu dan bersaudara sedangkan Yauware berasal dari bahasa Suku Kamoro yang artinya membangun.
Sehingga jika disatupadukan Eme Neme Yauware diartikan sebagai Bersatu, Bersaudara, Membangun yang hingga saat ini menjadi slogan Kabupaten Mimika.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Riset Penulis, Seputar Papua