Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 12 MEI 2026 • 20:10 WIB

Jenguk Korban Penembakan Tembagapura, Kapolda Papua Tengah: Perlu Adanya Mitigasi

Jenguk Korban Penembakan Tembagapura, Kapolda Papua Tengah: Perlu Adanya MitigasiKapolda Papua Tengah Brigjen Polisi Jeremias Rontini menjenguk dan memberikan santunan kepada korban penembakan di Tembagapura yang dirawat di RSMM Timika pada Selasa (12/5/2026). (ANTARA/Istimewa)

PAPUA TENGAH - Kepala Kepolisian Daerah Papua Tengah Brigadir Jenderal Polisi Jeremias Rontini jenguk salah satu korban dari insiden penembakan di Distrik Tembagapura yang masih dirawat di Rumah Sakit Mitra Masyarakat Timika pada Selasa (12/5).

Dari total korban penembakan, tersisa satu orang bernama Femina Elas (Murib) yang dirawat di Bangsal Lukas RSMM Timika.

Kapolda Jeremias Rontini bersama Kepala Polres Mimika Ajun Komisaris Besar Polisi Billyandha Hildario Budiman memberikan santunan dan doa kepada korban agar segera pulih.

Ia juga mengatakan perlu adanya mitigasi kepada masyarakat agar insiden penembakan pada Kamis (7/5) malam lalu tidak menimbulkan jatuhnya korban lagi di kalangan warga sipil. 

"Ke depan mungkin kita perlu mitigasi bahwa ketika ada kejadian seperti itu, masyarakat harus bagaimana. Perlu ada lebih banyak edukasi-edukasi kepada masyarakat ketika bekerja dalam situasi kedaruratan," kata Rontini.

Total ada lima korban yang dirawat dengan nama-nama sebagai berikut: Apelu Magai, Orince Newagelen, Iriance Wanimbo, Christian Magai, Femina Elas, dan Hiskia Magai.

Seluruh korban dilaporkan berprofesi sebagai pendulang emas di kawasan Wini, Tembagapura yang berasal dari kampung sekitar seperti Banti, Kimbeli, dan Opitawak. 

Kondisi area pendulangan emas berada di lokasi yang cukup terjal dan hanya bisa diakses dengan jalan kaki dari Mile 72. Para pendulang biasanya mendirikan tenda sederhana untuk tempat tinggal sementara di sekitar kawasan tersebut.

Masyarakat kerap melakukan aktivitas mendulang emas sebagai mata pencaharian tambahan. Salah satunya adalah Nalince Wamang yang baru menamatkan pendidikan di SMK Petra Timika dan berniat mengumpulkan uang tambahan untuk kuliah dengan mendulang emas. 

Nalince yang baru tiga hari berada di kawasan Kali Kabur Tembagapura, tewas akibat peluru nyasar saat insiden penembakan tersebut dan telah dimakamkan di Kwamki Narama Timika. 

Setelah kejadian ini, Kapolda Papua Tengah mengharapkan adanya kolaborasi dengan PT Freeport Indonesia untuk melakukan mitigasi kepada warga pendulang dalam menghadapi situasi darurat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara Papua Tengah

BERITA TERBARU

Jenguk Korban Penembakan Tembagapura, Kapolda Papua Tengah: Perlu Adanya Mitigasi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!