PAPUA TENGAH - Laporan dugaan kasus campak di Kampung Modio, Distrik Mapia Tengah, Kabupaten Dogiyai menjadi perhatian besar Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Tengah untuk segera ditindaklanjuti.
Upaya ini dilakukan untuk mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit campak yang berpotensi menyebar. Selain itu, pihak Dinkes juga akan melakukan penanganan berdasarkan hasil investigasi epidemiologi.
Tim investigasi dipimpin oleh Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Papua Tengah, Yohanes Kayame, S.KM., M.Kes., berdasarkan arahan dari Kepala Dinas Kesehatan Papua Tengah dr. Agus Chan, M.Kes., CH.Med., CHt., Sp.KKLP.
Selain dari provinsi, tim juga ditemani oleh Dinkes Kabupaten Dogiyai, petugas Puskesmas, pimpinan kampung dan tokoh masyarakat. Hal ini agar penyelidikan dapat dilakukan tepat sasaran dan memudahkan pendampingan teknis di lokasi.
Menurut keterangan Yohanes Kayame pada Jumat (17/7), investigasi dilakukan dengan cara verifikasi dan validasi kasus, penelusuran riwayat penyakit, pencarian kasus tambahan, pemeriksaan status imunisasi hingga pengambilan sampel sesuai pedoman Kementerian Kesehatan.
Masyarakat umum juga diberikan edukasi tentang gejala campak dan langkah-langkah pencegahan penularannya serta ajakan imunisasi dasar secara lengkap.
Dinkes Papua Tengah mengimbau bagi masyarakat yang mengalami demam disertai ruam kemerahan untuk segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat sedini mungkin.
"Lengkapi jadwal imunisasi anak-anak karena imunisasi merupakan perlindungan paling efektif terhadap campak. Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, kami berharap penanganan berjalan maksimal sehingga penyebaran penyakit dapat dicegah,” jelas Yohanes.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Papuatengahprov.go.id