PAPUA TENGAH - Papua Tengah dikenal sebagai salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki kekayaan alam luar biasa, termasuk beragam flora endemik yang tumbuh alami di hutan tropis, pegunungan, hingga kawasan rawa.
Keanekaragaman tumbuhan di wilayah ini tidak hanya menjadi bagian penting dari ekosistem Papua, tetapi juga memiliki nilai budaya, pangan, dan obat-obatan bagi masyarakat adat setempat.
Banyak di antaranya bahkan hanya dapat ditemukan di kawasan Papua dan menjadi simbol kekayaan hayati Indonesia bagian timur.
Berikut beberapa flora endemik Papua Tengah yang unik, langka, serta memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat dan kelestarian alam Papua.
1. Buah Merah
Salah satu flora endemik yang dapat ditemui di Tanah Papua adalah Buah Merah (Pandanus conoideus, Lam). Sesuai dengan namanya, buahnya berwarna merah mencolok dengan panjang bisa mencapai 55 cm, diameter 10-15 cm dan berat hingga 2-3 kilogram per buahnya.
Tanaman ini dapat tumbuh di dataran rendah hingga ketinggian 2.500 meter diatas permukaan laut dan bisa ditemui di beberapa daerah termasuk di Pegunungan Papua Tengah seperti Paniai, Mimika dan Nabire.
Sebagai tanaman endemik, Buah Merah telah dimanfaatkan oleh masyarakat lokal sejak dulu untuk dikonsumsi sebagai makanan dan obat. Khasiatnya luar biasa hingga disebut sebagai "si merah ajaib".
Buah Merah dapat dikonsumsi sebagai bahan olahan untuk dicampur dengan ubi. Cara mengolahnya bisa direbus, dipanggang atau dimakan langsung. Sedangkan jika ingin dipakai sebagai obat, ekstrak Buah Merah didapatkan dari menumbuk daging buah kemudian dicampur dengan air lalu disaring dan direbus.
Di pasaran, ekstrak minyak Buah Merah dijual dengan harga Rp1.500.000 per liter sedangkan buah secara utuh dijual dengan harga Rp20.000-Rp50.000 per buahnya.
2. Anggrek Hitam Papua
Dari dunia tanaman hias, Papua memiliki Anggrek Hitam (Bulbophyllum beccarii) yang tumbuh secara endemik. Seperti namanya, anggrek ini berwarna hitam legam dengan sentuhan keunguan di bagian tengahnya.
Tanaman ini tumbuh secara liar di beberapa wilayah Papua terutama di daerah dataran tinggi. Anggrek hitam Papua dilindungi keberadaannya oleh undang-undang agar karena pembudidayaannya yang dikenal cukup sulit jika dilakukan di luar habitat alaminya.
Anggrek hitam tidak hanya dilihat sebagai pemuas mata saja melainkan sebagai simbol budaya yang mencerminkan ketahanan, kecantikan alami dan keharmonisan manusia dengan alam.
3. Woromo
Woromo merupakan tanaman endemik berikutnya yang hanya bisa ditemui di Tanah Papua. Tumuhan ini sangat mirip dengan buah nangka dan sukun pada umumnya, dengan bentuk yang bulat dan permukaan luar berduri lunak. Meskipun begitu, salah satu perbedaannya adalah di bagian daging buah yang berwarna putih kekuningan dan oranye serta memiliki rasa dan aroma yang khas.
Tanaman Woromo tumbuh dengan baik di wilayah pegunungan tengah Papua di ketinggian 2.500-3.000 mdpl. Bentuk pohonnya cukup unik dengan batang menjulang tinggi dan daun panjang yang mirip seperti pohon kelapa sehingga warga lokal menyebut woromo sebagai 'kelapa hutan'.
Masyarakat lokal memanfaatkan buah ini sebagai panganan dengan cara dibakar terlebih dahulu sebelum dibelah untuk dimakan isinya. Cara makannya mirip seperti kuaci tetapi versi jumbo. Musim panen woromo jatuh sekitar bulan Juni dan Juli atau saat musim penghujan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Direktorat Jenderal Hortikultura