PAPUA TENGAH - Papua Tengah memiliki beragam seni kerajinan asli yang memiliki nilai tradisi dan diwariskan secara turun temurun dari leluhur. Salah satu seni kerajinan yang paling dikenal adalah seni ukir dan anyam Suku Kamoro yang berasal dari Mimika.
Kesenian ini memiliki nilai sejarah dan spiritual yang hanya diwarisi oleh keturunan Suku Kamoro. Meskipun begitu, produk kerajinannya lambat laun digemari banyak orang dari kalangan lokal, nasional hingga internasional.
Oleh karena itu, peluang ini banyak dimanfaatkan oleh para seniman Kamoro untuk menjadi sumber penghasilan sekaligus melestarikan budaya.
Yayasan Maramowe hadir sebagai rumah untuk para seniman yang dapat membantu dan memfasilitasi agar ukiran dan anyaman Kamoro semakin dikenal dan lestari.
Berikut beberapa fakta menarik terkait Yayasan Maramowe:
Upaya pelestarian budaya Kamoro yang menjadi cikal bakal Yayasan Maramowe telah dimulai sejak 1996. Yayasan ini hadir sebagai wadah untuk menjaga agar seni ukir dan budaya Kamoro tidak hilang akibat perkembangan zaman.
Yayasan Maramowe menjadi rumah bagi sekitar 550 seniman, mulai dari pengukir hingga penganyam, yang berasal dari berbagai kampung di wilayah pesisir Mimika. Mereka mendapatkan pendampingan dalam berkarya sekaligus memasarkan hasil kerajinannya.
Setiap ukiran Kamoro memiliki filosofi dan kisah adat. Yayasan selalu mendorong para seniman untuk menjelaskan makna setiap karya sehingga nilai budaya tetap terjaga, bukan sekadar menjadi produk kerajinan. Oleh karena itu, setiap ukiran dan anyaman selalu memiliki nilai unik tersendiri yang tidak bisa ditiru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/maromowe_foundation