Dermaga Kokonao (dok/Media Pustaka Papua oleh A. Mawara)
PAPUA TENGAH - Sebagai wilayah yang memiliki area sangat luas dengan sejarah yang panjang, Tanah Papua menyimpan banyak sekali cerita. Termasuk daerah paling selatan di Papua Tengah bernama Kokonao yang menjadi bukti peradaban pertama masyarakat disini.
Kokonao merupakan sebuah kampung kuno yang secara administratif masuk ke wilayah Distrik Mimika Barat, Mimika, Papua Tengah. Kampung ini memiliki potensi sebagai salah satu cagar budaya yang harus dijaga karena menyimpan banyak peristiwa sejarah, terutama dalam aspek keagamaan.
Berikut beberapa fakta menarik mengenai Kokonao:
Kampung Kokonao sering disebut juga dengan Kota Tua Kokonao, sudah lebih dulu dikenal sebagai pusat peradaban dengan berbagai fasilitas lengkap di Papua Tengah.
Secara geografis, Kokonao berada di wilayah selatan Papua Tengah, dekat dengan muara sungai dan pesisir. Berkat lokasi yang strategis ini, warga Kokonao bisa lebih dulu melakukan kontak pertama dengan orang luar sejak abad ke-17.
Pada saat itu, sudah terjadi hubungan perdagangan antara warga lokal dengan orang-orang Cina dan orang Seram dari Maluku. Banyak orang luar yang mencari berbagai komoditas khas dari tanah ini seperti kulit kayu masoi dan damar.
Setelah hubungan perdagangan yang terus berkembang, Kokonao juga menjadi pintu pertama penyebaran agama Katolik di Papua Tengah bahkan seluruh Papua.
Baca juga: Intip Tradisi Pawai Obor Menyambut Paskah di Mimika, Simbol Perayaan untuk Kebangkitan Yesus Kristus
Berdasarkan catatan sejarah, agama Katolik mulai diperkenalkan oleh para misionaris yang datang ke Kokonao sekitar tahun 1803. Meskipun begitu, tidak ada catatan dan informasi lebih lanjut mengenai dampak dari pengenalan tersebut.
Hingga pada tahun 1927, muncul berbagai jejak yang lebih signifikan dari misi penginjilan Katolik yang berasal dari Tual, Maluku Tenggara di Kokonao. Saat itu, Belanda masih menjajah Indonesia termasuk Tanah Papua dan menjadikan Kokonao sebagai ibu kota pemerintahan di Mimika dari tahun 1934-1952.
Salah satu misi Belanda adalah menyebarkan agama Katolik ke wilayah Papua lewat pendirian gereja dan sekolah-sekolah kristen formal. Maka dari itu, Kokonao dapat dikatakan sebagai jantung pendidikan pertama di Papua Tengah.
Salah satu sekolah bersejarah yang masih berdiri hingga kini adalah SMP YPPK Lecocq D'Armandville Kokonao. Nama sekolah ini diambil dari nama seorang pastor asal Belanda yang datang ke Kokonao sekitar tahun 1880-an. Namanya diabadikan sebagai sebuah sekolah berkat kisah hidupnya yang inspiratif, mengorbankan dirinya demi misi agama yang mulia.
Setelah Timika mulai berkembang dan dimekarkan dari Kabupaten Fak-Fak, Kokonao perlahan mulai ditinggalkan. Padahal, selama menjadi salah satu ibu kota di wilayah terpenting Papua, Kokonao selalu ramai.
Di masa kejayaannya, Kokonao dipenuhi oleh beragam aktivitas masyarakat terutama anak-anak sekolah. Banyak murid yang berasal dari berbagai daerah seperti Intan Jaya, Paniai, Mapia dan lainnya dengan tujuan untuk menimba ilmu disini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Media Pustaka Papua