Ketua Pordasi Provinsi Papua Selatan (foto Tirta Putra Yanuar)
Papua Tengah – Kualitas pemacu kuda lokal di papua selatan khususnya anak-anak asli Papua Selatan memiliki potensi yang sangat besar namun perlu adanya pembinaan dan penyesuaian dari pemacu tradisonal ke professional.
Hal tersebut diungkapkan ketua Persatuan Olahraga Berkuda (PORDASI) Papua Selatan Tirta Putra Yanuar bertempat di jalan ternate, selasa 12/08/2025.
Yanuar Putra menilai Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto adalah sosok yang hobi olahraga berkuda, sehingga pemerintah daerah bisa melirik olahraga berkuda agar kedepan ditingkatkan dari tradisional ke professional.
Baca juga: Geluti Olahraga Berkuda Sejak Kecil, Rafathar Tuai Pujian Netizen: Kayak Anak Kerajaan
Selain itu, budaya tradisional tidak boleh dihilangkan, dikarenakan budaya lokal merupakan asal usul dari jati diri masyarakat Papua Selatan dikancah nasional.
“budaya lokal kita tidak boleh hilang karena itu budaya akar rumput kita” kata Yanuar Putra
Sementara perawatan khusus untuk kuda lokal di Papua Selatan ia mengatakan bahwa, kuda lokal di empat kabupaten se-papua selatan belum mampu untuk bersaing keluar daerah dikarenakan postur,cara melatih dan pola makan kuda lokal ia menilai masih kalah bersaing dengan kuda yang ada diluar daerah. Sehingga, jika membahas kuda lokal untuk jangka panjang harus orang yang memiliki karakter gila dalam merawat kuda pacu.
“kita bicara kuda lokal, kita harus realistis karena tahap ini bagaimana kuda pacu bisa dilatih dengan baik’ ungkap ketua Pordasi Papua selatan.
Untuk diketahui berat kuda untuk diperlombakan ditingkat nasional hingga saat ini belum memiliki ketentuan umum namun, dalam standar nasional hanya dinilai dari tinggi kuda, berat joki dan umur kuda yang menjadi standar berskala nasioanal.
Diharapkan dalam lima tahun kedepan, kuda pacu lokal dapat diselelaraskan dari keempat kabupaten agar bisa mampu bersaing ditingkat nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung