Ilustrasi pembekuan SPPG di Nabire (ChatGPT)
PAPUA TENGAH - Sebanyak lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Nabire terpaksa ditutup oleh Badan Gizi Nasional (BGN) karena belum memiliki instalasi pengolahan air limbah (Ipal) sesuai standar yang berlaku.
Pada Kamis (2/4), Koordinator Wilayah BGN Nabire Marsel Asyerem datang secara langsung dan berdialog dengan tenaga kerja SPPG Nabarua Bukit Cenderawasih terkait hal ini.
Ia mengatakan bahwa penutupan operasional sementara ini merupakan langkah komitmen BGN untuk menjaga standar kebersihan dan keamanan pangan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan diterima langsung oleh masyarakat.
Marsel juga menambahkan bahwa sebelumnya setiap SPPG sudah diberikan peringatan keras terkait fasilitas Ipal ini. Dikarenakan tidak ada perbaikan lebih lanjut, dapur SPPG terpaksa diberikan sanksi.
Baca juga: SPPG di Nabire Dibekukan, Angkut MBG dengan Mobil Pengangkut Sampah
Kelima SPPG tersebut antara lain SPPG 001 Siriwini, SPPG Nabire Nabarua Bukit Cenderawasih, SPPG 02 Kalisusu, SPPG 01 Bumi Wonorejo, dan SPPG Gerbang Sadu.
Terakhir kali seluruh SPPG diatas melayani distribusi MBG yaitu pada tanggal 1 April 2026 ke sekolah-sekolah terkait. Penghentian operasional ini bersifat sementara hingga Ipal setiap dapur dapat dinyatakan sudah sesuai standar.
Diharapkan setiap dapur dapat memanfaatkan libur sekolah pada 2-6 April kedepan untuk melakukan perbaikan dan bisa beroperasi kembali pada 7 April.
Dapur SPPG diwajibkan memenuhi setiap standar dan fasilitas yang telah diverifikasi oleh BGN. Setiap fasilitas termasuk ke dalam anggaran yang diberikan oleh BGN pusat untuk menjamin kualitas layanan tetap terjaga.
Di Nabire sendiri ada 12 dapur dengan dikurangi lima yang ditutup maka tujuh dapur masih bisa beroperasi seperti biasa melayani distribusi MBG.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara Papua Tengah