Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 08 JANUARI 2026 • 14:05 WIB

Penyelesaian Konflik Kwamki Narama: Kedua Kubu Ada Itikad Baik untuk Damai

Penyelesaian Konflik Kwamki Narama: Kedua Kubu Ada Itikad Baik untuk DamaiBupati Mimika Johannes Rettob (kiri) didampingi Wakil Bupati Puncak Naftali Akawal dan Pj Sekda Puncak Nenu Tabuni usai bertemu dengan keluarga korban dari kubu Newegalen di Timika, Rabu (7/1/2026) malam. (ANTARA/Evarianus Supar)

INDOZONE.ID - Harapan baru muncul dari Distrik Kwamki Narama, Papua Tengah. Pemerintah Kabupaten Mimika dan Kabupaten Puncak kini bersinergi untuk mengakhiri perselisihan antara kelompok Dang dan Newegalen yang telah berlangsung sejak Oktober 2025 lalu.

Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengungkapkan bahwa serangkaian dialog intensif telah dilakukan secara terpisah. Pihaknya menemui kubu Dang pada Selasa (6/1/2026) dan berlanjut dengan pertemuan keluarga korban dari sisi Newegalen keesokan harinya. Setelah konflik panjang yang sayangnya merenggut 11 nyawa, kedua belah pihak kini menunjukkan sinyal positif untuk berdamai.

"Ada itikad baik dari dua belah pihak untuk berdamai. Satu langkah lagi yang akan kami lakukan yaitu mempertemukan kedua bela pihak yang akan dilaksanakan hari Jumat (9/1/2026). Sesudah itu, baru kita akan lakukan prosesi patah panah, bela kayu dan lain-lain," kata John Rettob didampingi Wakil Bupati Puncak Naftali Akawal dan Pj Sekda Puncak Nenu Tabuni, Kamis (8/1/2026).

Baca juga: Warga Pesisir Mimika Kini Miliki SPBU Sendiri di Kokonao

Dalam proses diplomasi ini, kedua kelompok sempat mengajukan permohonan agar pengamanan ketat dari TNI-Polri sedikit dilonggarkan. Hal ini dimaksudkan agar setiap kubu memiliki ruang untuk berkoordinasi secara internal dan menyiapkan prosesi perdamaian adat. Bupati Johannes Rettob pun memberikan jaminannya terkait hal ini.

"Saya sudah janji, itu tanggung jawab saya untuk mereka bisa bertemu," kata John Rettob.

Bupati Mimika optimistis proses perdamaian dua kubu yang bertikai di Kwamki Narama bisa segera terwujud dalam waktu dekat.

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Puncak Nenu Tabuni mengingatkan seluruh warga Kabupaten Puncak yang kini bermukim di Kwamki Narama, Timika, terutama pihak-pihak yang terlibat langsung dalam konflik agar menghormati seluruh upaya yang sedang dilakukan oleh pemerintah daerah Mimika dan Puncak.

Baca juga: Simbol Persatuan Diaspora: Forum Pemuda Cendana Wangi NTT Dilantik Sebagai Garda Pembangunan Papua Selatan

"Jangan ada mobilisasi masyarakat dari atas (Puncak) untuk turun ke Kwamki Narama. Warga saling mengimbau dan mengingatkan agar tidak terlibat lagi dalam konflik. Setelah semua persoalan ini selesai dan warga sudah berdamai, baru mereka bisa turun ke Timika," kata Nenu.

Dukungan terhadap perdamaian menyeluruh di Kwamki Narama juga disampaikan oleh tokoh masyarakat Gerardus Wamang.

"Kedua keluarga yang berkonflik ini merupakan keluarga saya. Kedua bela pihak sudah jatuh korban, sehingga saya minta untuk segera dilakukan proses perdamaian," ucapnya.

Gerardus mengapresiasi langkah yang ditempuh Bupati Mimika Johannes Rettob, Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong, Wakil Bupati Puncak Naftali Akawal dan Pj. Sekda Puncak Nenu Tabuni yang terus-menerus mengupayakan perdamaian dua kelompok yang bertikai di Kwamki Narama.

"Terima kasih banyak bantuannya untuk perdamaian ini. Kami tidak mau masalah ini terjadi lagi," kata Gerardus.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Penyelesaian Konflik Kwamki Narama: Kedua Kubu Ada Itikad Baik untuk Damai

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!