PAPUA TENGAH - Pulau Papua merupakan pulau terluas di Indonesia yang dipenuhi kekayaan alam juga suku dan budaya. Pulau seluas 786.000 km persegi di belahan paling timur Indonesia ini telah dihuni oleh masyarakat lokal sejak 50.000 tahun lalu.
Sehingga, "Bumi Cenderawasih" ini sudah memiliki sistem sosial budaya yang diwariskan secara turun-temurun hingga sekarang seperti wilayah adat.
Wilayah ada di Papua terbagi menjadi tujuh. Tidak hanya sekedar pembagian geografis, masing-masing wilayah adat ini merepresentasikan kesamaan latar belakang, bahasa juga sistem sosial-politik.
Berikut tujuh wilayah adat warisan leluhur yang ada di Tanah Papua:
1. Mamta
Wilayah adat Mamta menghuni Kota dan Kabupaten Jayapura, Keerom dan sebagian wilayah Sarmi. Mamta atau dikenal juga dengan Tabu Sairat merupakan pintu masuk utama antara Papua dengan dunia luar salah satunya pusat pemerintahan modern saat ini.
Mamta dipimpin oleh Ondoafi, seorang pemimpin adat yang dipilih karena memiliki kewenangan terhadap tanah dan masyarakatnya secara turun temurun.
Budaya yang menjadi ciri khas disini adalah Tarian Yosim Pancar (Yospan). Tarian ini termasuk jenis tarian pergaulan antar pemuda-pemudi sebagai simbol kebersamaan orang Papua.
Selain itu, Mamta juga menyelenggarakan Festival Danau Sentani yang menjadi destinasi utama bagi wisatawan lokal maupun internasional.
2. Saereri
Wilayah adat ini mencakup gugusan pulau di Teluk Cenderawasih, Biak, Supiori, Yapen dan Waropen. Kehidupannya yang dekat dengan laut membuat masyarakat memiliki ikatan istimewa dan menjadi pusat budaya maritim Papua.
Sarerei dikenal dengan suku-suku penakluk laut yang pandai berlayar dan berdagang. Suku Biak dikenal dunia sebagai pelaut tangguh yang memiliki kemampuan membuat kapal cepat, sistem navigasi bintang dan jaringan dagang lintas pulau.
Salah satu tradisi yang masih dipertahankan hingga saat ini yaitu Upacara Wor yang menggambarkan siklus hidup manusia.
3. La Pago
La Pago mencakup Jayawijaya, Puncak Jaya, Lanny Jaya dan Yahukimo. Wilayah ini dihuni oleh suku-suku besar seperti Suku Dani, Lani, dan Yali yang tinggal di rumah adat Honai dengan atap kerucut yang khas.
Kepemimpinan di La Pago dipegang oleh Ap Kain, seorang kepala perang yang dihormati karena keberanian dan kebijaksanannya.
Tradisi yang masih dilakukan hingga saat ini adalah Bakar Batu (Barapen). Ritual memasak menggunakan batu panas ini memiliki makna perdamaian dan persaudaraan.
4. Mee Pago
Wilayah Papua Tengah seperti Nabire, Paniai, Dogiyai, Intan Jaya, Deiyai dan sebagian Mimika termasuk ke dalam wilayah adat Mee Pago. Suku-suku yang dihuni antara lain Mee, Moni dan Ekari yang menghuni wilayah pegunungan dan lembah subur.
Kepemimpinan Mee Pago ditentukan dari kebijaksanaan dan kemampuan menjaga keseimbangan sosial karena sangat berorientasi pada kekerabatan. Masyarakat Mee Pago dikenal karena sistem pertanian yang maju serta kemampuan berkarya dari kulit kerang menjadi perhiasan dan manik-manik.
5. Anim Ha
Dikenal juga dengan sebutan Marind Anim merupakan wilayah adat yang menempati bagian selatan Papua seperti Merauke, Mappi, Asmat dan Boven Digoel. Sebagian besar wilayah ini adalah dataran rendah dengan rawa-rawa luas.
Suku-suku yang mendiami wilayah Anim Ha salah satunya adalah Suku Asmat yang dikenal karena seni ukir kayu mereka. Warisan leluhur yang masih bertahan hingga sekarang salah satunya adalah Bisj Poe (tiang arwah), simbol hubungan spiritual antara manusia dengan nenek moyangnya.
6. Domberai
Domberai mencakup wilayah Sorong, Manokwari, Raja Ampat dan Maybrat. Daerah ini kaya akan keanekaragaman hayatinya serta budaya laut Papua.
Raja Ampat salah satunya, dikenal dunia sebagai destinasi wisata laut terindah yang masih kental dengan budaya leluhur. Salah satunya adalah kepemimpinan berbasis Raja Adat yang merupakan warisan sejarah dari Kesultanan Maluku.
7. Bomberai
Bagian selatan Kepala Burung di Pulau Papua seperti Fakfak, Kaimana, dan Teluk Bintuni termasuk ke dalam wilayah adat Bomberai. Seluruh daerah ini dikenal sebagai pintu interaksi antara Papua dengan Maluku.
Salah satu warisan budaya disini adalah Tarian Tumbuk Tanah yang menggambarkan kebersamaan, suka cita dan penyambutan tamu.
Itu dia ketujuh wilayah adat di Tanah Papua yang kaya akan keberagaman sosial budaya dan sejarah manusia. Hingga saat ini, masih dipertahankan beberapa tradisi leluhur yang dilestarikan untuk mengingat semangat hidup Orang Papua.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Https://kab-yahukimo.kpu.go.id/