PAPUA TENGAH - Insiden mengerikan berupa suara ledakan keras terjadi pada Minggu (31/5) sore sekitar pukul 15.00 WIT di Kampung Yenures, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak. Diduga ledakan tersebut disebabkan oleh sisa-sisa rudal aktif peninggalan Perang Dunia (PD) II.
Lokasi kejadian berada di kawasan pemukiman padat penduduk. Detik-detik ledakan terlihat dari kamera CCTV setempat, memperlihatkan ledakan dahsyat yang mengakibatkan rumah warga dan puing-puing bangunan beterbangan.
Aparat kepolisian dari Polres Biak Numfor dan aparat TNI langsung bergerak cepat setelah mendengar laporan adanya ledakan. Tim medis juga dikirim ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban jiwa maupun luka-luka ke rumah sakit terdekat.
Hingga hari ini, dilaporkan terdapat lima korban yang dinyatakan meninggal dunia. Kelima korban telah dimakamkan di TPU Sorido pada Senin (1/6). Dilaporkan, terdapat tiga korban yang masih belum ditemukan.
Laporan terbaru pada Senin (1/6) kemarin, Tim SAR menemukan 13 potongan tubuh yang diduga milik para korban. Bagian tubuh tersebut telah dikirim ke RSUD Biak untuk menjalani proses identifikasi.
Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan bersama dengan Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Brimob Polda Papua telah melakukan investigasi dan identifikasi terkait penyebab ledakan. Ditemukan dua proyektil bom dan dua buah granat nanas yang sudah dimodifikasi.
Kapolres mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menghindari lokasi kejadian dan bersikap tenang.
“Himbauan kita kepada masyarakat untuk tidak memasuki lokasi kejadian karena masih sangat berbahaya dan ini juga berlaku bagi aparat seluruhnya yag bertugas di lapangan,” pintanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Seputar Papua