Karyawan PT Freeport Indonesia (PTFI) (dok/ptfi.co.id)
PAPUA TENGAH - Tahun ini, PT Freeport Indonesia (PTFI) telah beroperasi selama 59 tahun. PTFI disebut memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia terutama di Kabupaten Mimika.
Bupati Mimika, Johannes Rettob memberikan apresiasi atas kontribusi PTFI terhadap perekonomian daerah. Pada Selasa (7/4), melalui akun sosial media instagram pribadinya, Johannes menjelaskan bahwa PTFI menyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Mimika hingga 85 persen.
Selain itu, Freeport juga memberikan dampak besar terhadap APBD Mimika terutama dari dana bagi hasil (DBH) pajak sektor tambang, pengembangan UMKM, penciptaan lapangan kerja serta partisipasi tenaga kerja orang asli Papua juga beasiswa bagi lebih dari 12.000 penerima.
Perusahaan yang bergerak di kegiatan pertambangan, pengolahan, dan pemurnian mineral ini telah beroperasi sejak 7 April 1967. PTFI merupakan perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) pertama di Indonesia yang berlokasi di kawasan Grasberg, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.
Sebagai perusahaan tambang tembaga terintegrasi terbesar di dunia, PTFI telah menyumbang sekitar Rp70 triliun kepada negara sepanjang tahun 2025 lalu. Selain itu, nilai investasi sosial PTFI sudah mencapai Rp2 triliun dan akan terus bertambah sejumlah Rp1.5 triliun per tahun hingga selesainya operasi penambangan.
Jumlah tenaga kerja di area tambang PTFI sebanyak 30 ribu orang dengan 40 persen diantaranya merupakan orang asli Papua.
PTFI mengolah salah satu wilayah dengan deposit tembaga dan emas terbesar menjadi produk seperti katoda tembaga, emas dan perak batangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara Papua Tengah