Jumat, 12 JUNI 2026 • 19:13 WIB

Bendung Kalibumi Nabire: Sejarah, Struktur Bangunan dan Fungsinya

Author

Bendung Kalibumi di Kabupaten Nabire (BWS PAPUA)

PAPUA TENGAH - Bendung Kalibumi adalah salah satu infrastruktur sumber daya air yang memiliki peran penting dalam mendukung sektor pertanian di Kabupaten Nabire, Papua Tengah.

Keberadaan bendung ini menjadi penopang utama sistem irigasi yang mengairi ribuan hektare lahan pertanian, sehingga membantu meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan masyarakat setempat.

Tak hanya memiliki nilai strategis bagi sektor pertanian, Bendung Kalibumi juga menjadi salah satu infrastruktur yang menarik untuk dipelajari karena perannya dalam mendukung pembangunan daerah. Berikut fakta menarik mengenai Bendung Kalibumi di Kabupaten Nabire.

Sejarah

Bendung Kalibumi merupakan bendungan yang berada di Desa Wadio, Kecamatan Nabire Barat, Nabire, Provinsi Papua Tengah. Pembangunan dimulai pada tahun 1996 dan selesai pada tahun 2008 menggunakan APBN sebesar 138,3 miliar.

Proses pembangunan mengalami berbagai kendala seperti bencana alam berupa gempa bumi dan banjir yang menutup alur sungai Kalibumi. Pembangunan kembali dilanjutkan pada tahun 2005 dengan menambahkan jaringan primer sepanjang 5.605 meter dan jaringan sekunder sepanjang 11.617,20 meter. 

Bendung Kalibumi selesai di tahun 2008 dan terus mengalami berbagai perkembangan secara bertahap hingga tahun 2017 untuk mengoptimalkan fungsi bendungan.

Struktur Bangunan

Bendung Kalibumi memiliki struktur bangunan dengan tipe bendung gergaji. Bentuk ini dicirikan dengan desain dinding berpola zig-zag yang menyerupai mata gergaji jika dilihat dari atas.

Tipe bendung gergaji memiliki keutamaan fungsi yang dapat melimpahkan air bervolume besar meskipun ukuran bendungan lebih kecil. Selain itu, fisik gergaji ini dapat mengurangi perusakan di bagian hilir sungai akibat limpahan air. 

Secara fisik, Bendung Kalibumi dibangun menggunakan konstruksi beton bertulang yang terbuat dari campuran beton dan rangka baja (tulangan). Hal ini menjadi kekuatan ganda yang dapat menahan tekanan besar akibat limpahan air.

Area Bendung Kalibumi seluas 6.400 hektar dengan lebar bendung sekitar 60 meter. Jumlah bangunan pengatur sebanyak 27 buah, jumlah pintu besar dengan tinggi 60 cm sebanyak 8 buah dan dibawah 60 cm sebanyak 106 buah.

Panjang saluran induk yaitu 14,46 km dan saluran sekunder sepanjang 15,02 km yang membentang mengairi pertanian di Kabupaten Nabire seluas 4.905 hektar.

Fungsi

Fungsi utama Bendung Kalibumi adalah untuk melayani saluran irigasi di Kabupaten Nabire. Berkat air sungai Kalibumi yang dibendung, lahan pertanian seluas 4.905 hektar mendapatkan sumber air yang merata serta meningkatkan produktivitasnya.

Selain itu, tipe bendungan yang berbentuk gergaji dapat menahan material sampah seperti kayu dari area hulu sungai. Oleh karena itu, diperlukan pembersihan berkala di area bendungan agar sampah tidak menghambat aliran air. 

Fungsi lainnya yang biasa dimanfaatkan warga lokal adalah sebagai destinasi wisata dan rekreasi. Masyarakat dapat melakukan berbagai aktivitas seperti memancing atau bersantai di sekitar area bendungan.

Itu dia informasi mengenai Bendung Kalibumi yang ada di Nabire. Area bendungan perlu dilakukan pemeliharaan berkala serta penjaga seperti Bapak Sofyan yang telah melakukan tugasnya sebagai penjaga pintu air sejak tahun 2014. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: BWS PAPUA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU