PAPUA TENGAH - Di era media sosial, sebuah kafe tidak lagi hanya mengandalkan cita rasa makanan dan minuman untuk menarik pelanggan. Kreativitas dalam membuat konten digital kini menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam membangun popularitas sebuah usaha kuliner.
Melalui video-video singkat yang menghibur dan mudah dibagikan, banyak kafe berhasil menarik perhatian jutaan pengguna internet hingga menjadi perbincangan warganet.
Salah satunya adalah beberapa konten dari akun kafe bernama Slaber Bakeshop yang sempat viral karena idenya yang kreatif dan staf kafe yang memancarkan kecantikan orang asli Papua.
Slaber Bakeshop merupakan sebuah kafe kekinian yang jadi tempat tongkrongan anak muda Mimika. Konten-konten di akun TikTok resminya sempat viral, memperlihatkan kehidupan sehari-hari staf di Slaber Bakeshop yang lucu, menyenangkan dan dibawa dengan ringan.
Kafe ini menyediakan kopi, non-kopi dan teh serta makanan ringan ala barat seperti pastries, donat dan cheese cake. Menu andalan mereka adalah beragam jenis donat dan kue yang selalu fresh tersedia setiap hari. Kisaran harganya mulai dari 15 ribu hingga 60 ribu.
Desain kafenya terkesan minimalis dengan dominan cat warna hitam hingga furnitur seperti meja dan kursi juga warna hitam. Konsep satu warna ini menghadirkan vibes yang bersih, classy sekaligus nyaman untuk duduk berlama-lama.
Tersedia area outdoor dan indoor dengan AC serta ruangan khusus untuk smoking di dalam ruangan. Lokasinya sangat strategis tepatnya di Jl. Cendrawasih, Kwamki, depan hotel Horison Diana Timika. Buka setiap hari dari jam 07.00-00.00 WIT.
Selain nongkrong cantik, Slaber Bakeshop secara rutin menyediakan tempat untuk kelas yoga yang dipandu oleh studio yoga dari The East Shala dan hosting event lari pagi.
Intip update mengenai event maupun kegiatan terbaru di Slaber Bakeshop lewat akun instagram resmi mereka di @slaber_bakeshop, atau kunjungi akun tiktok mereka di @slaber.bakeshop.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Google Maps