Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 25 JANUARI 2026 • 20:43 WIB

3 Fakta Penting Pendakian Puncak Jaya, Hobi Naik Gunung Wajib Tahu

3 Fakta Penting Pendakian Puncak Jaya, Hobi Naik Gunung Wajib TahuPuncak Jaya terlihat dari kejauhan (Alfindra Primaldhi)

PAPUA TENGAH - Puncak Jaya merupakan nama puncak tertinggi Gunung Jayawijaya di Papua Tengah yang juga dikenal dengan nama lain Piramida Carstenz (Carstenz pyramid). Puncak gunung ini menjadi daya tarik pendaki lokal hingga mancanegara karena ketinggiannya serta topografi yang menantang. Sebelum ikut mendaki, berikut 3 fakta penting pendakian Puncak Jaya:

1.Bagian dari 7 Summits Dunia

Carstenz Pyramid adalah salah satu dari 7 Puncak Tertinggi Dunia yang menjadi incaran para pendaki. Puncak Jaya memiliki ketinggian 4.884 mdpl menjadikannya sebagai puncak gunung tertinggi di Indonesia bahkan di seluruh negara bagian Oseania. Meskipun berada di bagian rank terbawah dari seluruh 7 puncak tertinggi, tidak sembarang orang yang bisa menaklukkan Puncak Jaya. 

2. Base camp yang berbeda dari gunung lain 

Untuk memulai pendakian ke Puncak Jaya, para pendaki harus mencapai base camp Lembah Kuning (Yellow Valley) terlebih dahulu. Sayangnya, area ini hanya bisa dijangkau dengan helikopter yang bisa mendarat langsung di area lembah tersebut. Opsi lain adalah dengan trekking menelusuri desa-desa tetapi jarang dilakukan karena bisa menghabiskan waktu berhari-hari. Berdasarkan saran itinerary dari trek-papua.com pendaki bisa menginap semalam di Timika kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan helikopter langsung menuju Lembah Kuning. Jadwal penerbangan ini sangat bergantung pada cuaca sehingga disarankan untuk datang pada bulan Oktober atau Maret dan hindari bulan-bulan basah. Setelah bermalam di Lembah Kuning, pendaki bisa mulai mendaki sekitar jam 2 pagi dengan estimasi waktu pendakian 7-8 jam untuk sampai ke puncak dan 5 jam untuk turun kembali. 

3. Pendaki wajib berpengalaman di terrain bebatuan

Sebagai salah satu dari 7 Summits, Puncak Jaya bukanlah hal yang mudah untuk dinaiki. Pendaki wajib memiliki pengalaman mendaki terrain gunung berbatu baik dari segi skill maupun segi peralatan. Sebab pendaki tidak akan hanya trekking tetapi juga memanjat dan menuruni bebatuan tajam di sekitar jalur pendakian. Meskipun penuh batu dan terlihat gersang dari jauh, setelah sampai di Puncak Jaya pendaki akan disuguhi pemandangan tak biasa. Ketinggian yang diatas rata-rata wilayah khatulistiwa menyebabkan Puncak Jaya dipenuhi salju. Hal ini menjadi salah satu tujuan utama pendaki dari seluruh dunia untuk melihat fenomena satu-satunya salju didaerah tropis.

Tiga hal diatas diharapkan menjadi sebuah gambaran bagi para pendaki sebelum memutuskan untuk mendaki Puncak Jaya di Papua Tengah. Meskipun perlu persiapan matang, sepertinya para pendaki harus segera merencanakan pendakian karena para ahli telah mewanti-wanti di tahun 2026 ini, salju abadi Puncak Jaya bisa hilang selamanya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Trek-Papua, Seven Summits

BERITA TERBARU

3 Fakta Penting Pendakian Puncak Jaya, Hobi Naik Gunung Wajib Tahu

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!