PAPUA TENGAH - Jembatan Perintis Garuda di Kabupaten Nabire mulai dibangun oleh TNI. Pembangunan infrastruktur ini merupakan bagian dari program strategis nasional Presiden yang bertujuan untuk akselerasi dan konektivitas wilayah daerah.
Pada Rabu (8/4), Wakil Bupati Nabire Burhanuddin Pawennari mengatakan bahwa Jembatan Perintis Garuda akan berdiri tidak hanya sebagai penghubung antar wilayah tetapi juga sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Mengingat, sedang dilakukannya efisiensi anggaran dari pemerintah pusat sehingga pemerintah daerah harus bisa mandiri.
Selain melakukan sambutan, Burhanuddin juga meletakkan batu pertama sebagai simbol dimulainya pembangunan di Kampung Beringin, Waroki, Nabire.
Ia juga mengapresiasi kontribusi TNI, terutama Kodam XVII/Cenderawasih yang telah mendukung dan menyumbang tenaga dalam pembangunan jembatan ini.
Selain itu, Burhanuddin mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung proses pembangunan serta menjaga dan merawat hasil pembangunan. Sebab, masyarakat sendiri yang akan memperoleh manfaat dari Jembatan Perintis Garuda ini.
“Tidak lupa kita juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI yang telah mencanangkan program ini melalui TNI,” ucap Burhanuddin.
Proses pembangunan akan berlangsung di empat titik. Berdasarkan keterangan dari Komandan Kodim 1705/Nabire, Letkol Arh. Dwi Palwanto Tirtamentari, tahap pertama dilakukan di dua tempat yaitu Kampung Beringin Waroki, Distrik Nabire Barat dan Kampung Kimi, Distrik Teluk Kimi.
Bahan yang digunakan adalah beton dengan rencana pelaksanaan 35 hari mulai dari 8 April hingga 11 Mei 2026 dengan keterlibatan personel gabungan TNI dan masyarakat berjumlah 98 orang.
Meskipun sudah direncanakan matang, pelaksanaan pembangunan menghadapi tantangan berupa cuaca yang tidak menentu seperti curah hujan tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara Papua Tengah