PAPUA TENGAH - Sebanyak 2.400 calon penerima Program Indonesia Pintar (PIP) dari Papua Tengah dinyatakan lolos verifikasi. Hal ini diumumkan oleh anggota DPR RI Komarudin Watubun pada Rabu (22/7) di Nabire sebagai legislator dari daerah pemilihan (Dapil) Papua Tengah.
Dari 10.000 calon yang diajukan olehnya, hanya 2.400 yang disetujui setelah tahapan verifikasi. Meskipun hanya sekitar 24 persen yang lolos, Komarudin dan timnya akan terus memperbarui data dengan harapan calon penerima yang belum lolos dapat menerima beasiswa PIP di gelombang berikutnya.
Beasiswa PIP merupakan bantuan dari pemerintah bagi peserta didik dari keluarga miskin untuk tetap melanjutkan pendidikan. Salah satu hambatan dalam penerimaan beasiswa ini yaitu peserta didik tidak memiliki identitas penduduk yang jelas.
Sehingga, tidak dapat menerima beasiswa karena pemerintah membutuhkan data kependudukan yang telah terverifikasi di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).
Komarudin mengimbau masyarakat Papua Tengah untuk menyelesaikan urusan dokumen administrasi kependudukan seperti KTP dan kartu keluarga (KK) agar dapat menerima bantuan dari pemerintah.
"Data yang valid membuat masyarakat bisa ditolong melalui berbagai program negara. Bukan hanya untuk program pemerintah, data itu juga bisa digunakan untuk kepentingan masyarakat sendiri," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara Papua Tengah