PAPUA TENGAH - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Nabire diharapkan untuk mengembangkan pelayanan tidak hanya ke anak sekolah tetapi juga menjangkau kelompok 3B (Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Anak Balita).
Hal ini disampaikan oleh Kapolda Papua Tengah, Irjen Pol Jermias Rontini, pada kunjungannya hari Senin (16/03) kemarin ke Dapur SPPG 003 Siriwini, Nabire.
“SPPG kita harapkan tidak hanya menyasar siswa sekolah. Sentuhan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita sangat penting agar mereka juga merasakan dampak langsung dari program ini,” ujar Rontini.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Nabire dipantau secara langsung oleh Polda Papua Tengah. Hal ini sebagai bentuk kontribusi lanjutan setelah Kepolisian Papua Tengah membangun dapur SPPG secara langsung.
Saat ini, SPPG Nabire masih mendata calon penerima manfaat selain anak sekolah yang berasal dari kelompok 3B tersebut. Hal ini agar penerima manfaat MBG bisa menjangkau lebih luas dan membantu pemenuhan gizi masyarakat.
Selain perluasan layanan, Rontini juga mengingatkan setiap dapur SPPG untuk selalu menjaga kebersihan dan menjaga prosedur operasional sesuai standar yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Proses distribusi juga tetap harus diawasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti keracunan makanan.
Kunjungan Kapolda Jermias Rontini kali ini juga berkaitan dengan permasalahan keracunan makanan yang terjadi beberapa waktu lalu.
Kasus ini mencuat setelah adanya laporan kepada Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Papua Tengah, Marsel Asyerem. Beberapa orang melaporkan gejala keracunan seperti diare, muntah, dan pusing setelah mengkonsumsi MBG yang didistribusikan dari Dapur SPPG Lani.
Marsel menambahkan ada 23 orang yang mengalami gejala keracunan. Sebagian besar mengkonsumsi makanan basah MBG yang dibawa pulang. Ia menjelaskan, sebaiknya makanan basah dimakan secara langsung di sekolah dan tidak boleh dibawa pulang untuk menghindari makanan yang basi.
Sebagian besar dari 23 orang tersebut merupakan anggota keluarga penerima manfaat atau keluarga dari anak-anak sekolah tersebut. Seluruh korban keracunan telah mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan Nabire, meskipun beberapa diantaranya harus melakukan perawatan lebih lanjut karena didiagnosis mengalami tifus.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara Papua Tengah