PAPUA TENGAH - Perum Bulog Cabang Kantor Cabang Timika, Papua Tengah, menyatakan persediaan (stok) beras sudah diamankan hingga tiga bulan kedepan. Persediaan sebanyak 1.600 ton ini dapat digunakan untuk masyarakat terutama menjelang hari besar seperti idul fitri.
Kepala Kantor Perum Bulog Kantor Cabang Timika, Dedy Wahyudi, pada Jumat (6/3/2026) di Timika menyatakan bahwa jumlah stok tersebut merupakan beras jenis medium.
"Dalam waktu dekat ini kami mendapatkan tambahan pengiriman 1.000 ton beras dari Pulau Jawa dan Makassar, masing-masing 500 ton," ujar Dedy.
Selain beras jenis medium, Bulog Timika juga menyediakan stok beras premium sebanyak 13 ton dan tambahan dari Makassar sebanyak 25 ton.
Dedy juga menambahkan bahwa Bulog Timika telah menjalankan program dari pemerintah pusat terkait distribusi beras dalam Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Program ini berfokus pada penyediaan kemasan beras lima kilogram dengan harga eceraan tertinggi (HET) senilai Rp13.500 per kilogram atau setara dengan Rp67.500 per karung.
Namun, pada proses pelaksanaannya di Timika, pihak Bulog menjual dengan harga tertinggi hanya sekitar Rp63.000 hingga Rp65.000. Masyarakat bisa mendapatkan beras lima kilogram ini melalui Bulog langsung atau mitra pedagang pengecer dan mitra GPM (Gerakan Pangan Murah) termasuk TNI-Polri.
Di waktu menjelang hari besar seperti sekarang, beras SPHP di Mimika banyak diminati warga. Hal ini menguntungkan bagi banyak pihak, baik dari sisi konsumen maupun mitra pedagang.
Selain beras, Bulog Timika juga menyediakan produk sembako lainnya seperti gula pasir dan minyak goreng. Sama seperti beras SPHP, semuanya dijual tidak melewati HET.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara Papua Tengah