PAPUA TENGAH - Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nabire terapkan dua hari program Makan Bergizi Gratis (MBG) tanpa nasi dan diganti dengan pangan pokok lokal. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan perputaran ekonomi daerah lewat pangan lokal.
Kebijakan ini diterapkan untuk merespons para mama-mama Papua yang protes karena adanya MBG, dagangan pakan lokal menjadi tidak laku.
Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Nabire Marsel Asyerem dalam keterangannya pada Selasa (19/5), telah melakukan dialog dan membuat strategi yang sesuai dengan masalah.
“Dari hasil dialog di lapangan, banyak komoditas pertanian lokal tidak laku hingga membusuk. Ini yang menjadi perhatian kami,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan survey lapangan di Pasar Sore Tapiyoka, Distrik Nabire Kota untuk mendengarkan keluhan mama-mama Papua yang menjual sayur.
Pedagang di pasar ini secara rata-rata hanya mampu menjula tiga hingga lima ikat sayuran per hari dengan pendapatan sekitar Rp15.000 hingga Rp25.000 yang kadang habis untuk biaya transportasi saja.
Sehingga, BGN menerapkan dua hari khusus menyediakan menu MBG tanpa nasi untuk dialihkan ke pangan lokal seperti ubi, singkong, dan keladi serta meningkatkan porsi sayuran.
“Seluruh dapur MBG kami minta wajib membeli dan menyerap hasil bumi dari pedagang lokal agar produk mereka tidak terbuang,” katanya.
Dengan strategi ini, diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan lokal yang sekaligus memberikan dampak langsung pada kesejahteraan mama-mama Papua.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara Papua Tengah