PAPUA TENGAH - Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa resmikan Pondok Pesantren SMP dan SMA Riyadhul Quran di Nabire pada Sabtu (25/4). Ia menyebut bahwa pesantren merupakan salah satu sarana pencetak sumber daya manusia (SDM) berkualitas yang memiliki karakter dan beriman di daerah.
Dalam sambutannya, Meki Nawipa mengatakan agar pondok pesantren tidak hanya dijadikan tempat menimba ilmu pengetahuan tetapi juga menjadi pusat pembinaan moral, akhlak dan spiritual bagi generasi muda.
Baca juga: Program Kampung Sehat YPMAK Sasar 16 Kampung Pedalaman Mimika
Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengedepankan sektor pendidikan daerah untuk terus berkembang untuk mewujudkan visi pembangunan daerah yang adil, berdaya saing dan berkelanjutan.
Kehadiran pesantren di Nabire merupakan bukti adanya lembaga pendidikan berbasis keagamaan yang siap mencetak generasi muda berkarakter, disiplin, cerdas, kuat dalam keimanan serta memiliki tanggung jawab sosial.
Gubernur Meki Nawipa mengharapkan adanya sinergi antara pendidikan formal dengan pembinaan karakter.
“Banyak orang membangun tempat ibadah dengan anggaran besar, tetapi lupa tempat ibadah akan berjalan baik jika ada orang-orang yang memiliki pendidikan dan pekerjaan yang baik,” katanya.
Ia menambahkan, agar data sektor pendidikan Papua Tengah dapat dilengkapi dan dipertanggungjawabkan. Hal ini menjadi peran penting untuk pengambilan kebijakan yang tepat sasaran.
Target yang harus dicapai untuk Pemprov Papua Tengah saat ini antara lain memastikan agar setiap anak menerima pendidikan yang layak dan setara agar bisa berdaya saing dan mengembangkan tanah kelahirannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara Papua Tengah