Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 05 SEPTEMBER 2025 • 12:50 WIB

Gubernur Apolo Meninjau Pembangunan Pusat Pemerintahan Papua Selatan di Salor

Gubernur Apolo Meninjau Pembangunan Pusat Pemerintahan Papua Selatan di SalorPeninjauan Pembangunan Pusat Pemerintahan Papua Selatan di kawasan Terpadu Mandiri (KTM) Salor (Yerid Taopan )

Papua Tengah - Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo mendorong percepatan pembangunan pusat pemerintahan di Kota Terpadu Mandiri (KTM) Salor, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke

Dorongan itu menyusul adanya laporan keterlambatan pembangunan Kantor Majelis Rakyat Papua Selatan kepada Gubernur Apolo setelah mendapat laporan saat meninjau progres pembangunan pusat pemerintah di Salor Kamis,4/9/2025.

Setelah melakukan peninjauan,Gubernur Apolo mengatakan progres pembangunan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Provinsi Papua Selatan tinggal dua persen. Sementara sisah pembangunan kantor Majelis Rakyat Papua Selatan masih 21 persen, lambat.

"Pembangunan Kantor DPRP Papua sisah dua persen, kantor MRP sisah 21 persen pengerjaannya, jauh sekali,"kata Gubernur Apolo.

Baca juga: Gubernur Dorong ASN Inspektorat Pahami Nilai-Nilai Pelayanan, Akuntabilitas dan Loyalitas

Melihat kondisi itu, Gubernur Apolo menanyakan keberadaan material yang digunakan. Ia berharap kantor itu segera diselesaikan agar rampung tepat waktu sesuai target yakni Desember 2025.

Ia meminta agar progres tertulis terkait perkembangan pembangunan Kantor Majelis Rakyat Papua Selatan segera diserahkan.

"Pembangunan Kantor MRP harus bisa cepat selesai supaya sesuai dengan target,"tegas Gubernur Apolo Safanpo.

Dikatakan bahwa, salah satu keterlambatan pembangunan Kantor MRP dari awal waktu pengerjaan, harusnya Januari 2025 sudah mulai dikerjakan namun molor hingga Maret 2025 baru dilakukan proses pekerjaan.

Baca juga: Pemprov Papua Selatan Gelar Gerakan Pangan Murah

Ia juga meminta agar Kantor Majelis Rakyat Papua Selatan secepatnya dikerjakan agar sesuai target, Desember 2025 sudah bisa digunakan.

Saat meninjau rusun,kata Gubernur Apolo, masing-masing kamar akan ditempati dua orang ASN lantaran ada dua kamar. Setiap kamar akan dilengkapi fasilitas tempat tidur, internet, meja dan kursi disetiap kamar.

Ia menambahkan bahwa, setiap rusun ini diprioritaskan untuk ASN yang belum beristri/bujang, tidak untuk yang sudah menikah/berkeluarga. Satu rusun ada 44 kamar, sehingga total keseluruhan kamar dari dua rusun itu sebanyak 88 kamar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Gubernur Apolo Meninjau Pembangunan Pusat Pemerintahan Papua Selatan di Salor

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!