PAPUA TENGAH - Papua memiliki kekayaan kuliner tradisional yang tidak hanya lezat, tetapi juga mencerminkan budaya masyarakat setempat. Selain papeda yang sudah dikenal luas, terdapat pula kue bagea, camilan khas berbahan dasar tepung sagu yang telah menjadi bagian dari tradisi kuliner di wilayah Papua dan Maluku. Kue ini dikenal dengan teksturnya yang renyah di bagian luar, namun perlahan lumer saat digigit, serta aroma rempah yang khas.
Bagea sering disajikan sebagai teman minum teh atau kopi, hidangan saat hari raya, hingga suguhan untuk tamu. Bahan utamanya berupa sagu juga mencerminkan peran penting tanaman sagu sebagai sumber pangan masyarakat Papua sejak dahulu.
Berikut resep kue bagea sagu yang bisa Anda coba di rumah:
Bahan
Siapkan bahan-bahan berikut:
- 150 gram tepung sagu
- 150 gram tepung terigu
- 75 gram gula pasir (atau gula merah yang dihaluskan)
- 2 butir telur
- 75 gram kelapa parut, disangrai lalu dihaluskan
- ¼ sendok teh soda kue
Bahan tambahan (opsional):
- ½ sendok teh bubuk kayu manis
- ¼ sendok teh bubuk cengkih
- 50–100 gram kacang kenari cincang atau kacang mete
- Vanili bubuk secukupnya
Rempah seperti kayu manis dan cengkih sering digunakan untuk memberikan aroma khas pada bagea tradisional.
Cara Membuat
- Masukkan telur dan gula ke dalam wadah, kemudian kocok hingga larut dan mengental.
- Tambahkan kelapa sangrai, soda kue dan rempah. Aduk hingga rata.
- Masukkan tepung terigu sedikit demi sedikit kemudian masukkan tepung terigu sambil terus diaduk hingga membentuk adonan.
- Tambahkan kacang kenari atau mete sebagai penambah tekstur sesuai selera.
- Ambil satu sendok makan adonan, kemudian bentuk menjadi lonjong atau oval dan tempatkan di loyang yang sudah diberi margarin atau kertas roti.
- Panggang dalam oven yang telah dipanaskan di suhu sekitar 160°C selama 15–20 menit, atau hingga permukaan kue berwarna kecokelatan dan matang.
- Setelah matang, keluarkan dari oven dan diamkan hingga benar-benar dingin sebelum disusun di toples kedap udara.
Tips Tambahan
- Sangrai tepung sagu terlebih dahulu agar aromanya lebih harum.
- Gunakan kelapa sangrai yang masih segar untuk menghasilkan cita rasa gurih.
- Jangan memanggang terlalu lama agar bagian dalam tetap lembut dan tidak terlalu keras.
- Simpan dalam wadah kedap udara agar kerenyahannya bertahan lebih lama.
Kue bagea merupakan warisan kuliner Nusantara yang masih lestari hingga kini. Dengan bahan-bahan yang relatif sederhana dan proses pembuatan yang tidak terlalu rumit, camilan tradisional ini dapat dibuat sendiri di rumah untuk dinikmati bersama keluarga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Endeus TV