Ilustrasi senjata api (Freepik)
PAPUA TENGAH - Panglima TNI diminta oleh DPR untuk mengevaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan operasi keamanan di wilayah pegunungan Papua. Hal ini berkaitan dengan tewasnya seorang ibu hamil di Kabupaten Intan Jaya akibat kontak tembak antara TNI dengan OPM pada Kamis malam (2/7) lalu.
Anggota Komisi XIII DPR RI Yan Permenas Mandenas mengungkapkan duka citanya atas insiden ini dan berharap ada evaluasi secara langsung dari pihak TNI.
"Saya berharap ada evaluasi dari Panglima TNI terkait penempatan pasukan nonorganik yang tidak memberikan kenyamanan bagi warga sipil yang ada di Intan Jaya maupun di seluruh wilayah pegunungan Papua," katanya.
Ia menambahkan, penanganan konflik di Papua harus menjamin keamanan warga sipil agar tidak menimbulkan korban dan menjaga kepercayaan publik terhadap aparat keamanan.
Selain itu, bersama dengan pemerintah daerah, DPR Papua Tengah, Majelis Rakyat Papua (MRP) dan tokoh masyarakat, Mandenas berharap seluruh pihak menyampaikan data dan fakta terkait situasi agar menjadi bahan evaluasi.
Diperlukan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mencari solusi agar kasus serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari.
Ibu hamil yang tewas terkena peluru nyasar tersebut bernama Melkiana Dwitau yang tinggal di Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Intan Jaya.
Ia tewas di dalam honainya sendiri dalam kondisi hamil usia 32 minggu. Kabar duka ini disampaikan oleh Bupati Intan Jaya Aner Maisini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara Papua Tengah