Jumat, 10 JULI 2026 • 20:42 WIB

Obat Pilihan Para Pria, Fakta Menarik Tentang Daun Bungkus Papua

Author

Daun bungkus Papua (Smilax rotundifolia) (Wikimedia/Fepup)

PAPUA TENGAH - Bagi para pria, ada satu tanaman herbal yang sepertinya cukup populer sebagai obat khusus kaum ini. Daun bungkus Papua namanya yang tentunya berasal dari Tanah Papua.

Tanaman asal Biak ini, dipercaya dapat memperbesar ukuran hingga meningkatkan fungsi alat kelamin pria. Meskipun sudah digunakan oleh warga lokal secara turun-temurun, terdapat beberapa fakta menarik dan perlu diperhatikan sebelum menggunakan tanaman herbal ini.

Berikut fakta menarik tentang Daun Bungkus Papua:

Tumbuh di pedalaman Papua

Daun bungkus (Smilax rotundifolia) merupakan tanaman budidaya yang banyak ditemukan di pedalaman Papua dan banyak tumbuh di sekitar pesisir pantai atau di dalam hutan.

Saat ini, terdapat satu wilayah yang secara aktif memproduksi olahan daun ini yaitu di Kampung Ambroben, Distrik Biak Kota, Papua. Tidak hanya dijual dalam bentuk utuh, tapi warga lokal sudah berinovasi dengan menyediakan minyak oles yang sudah siap pakai.

Manfaat Tanaman Warisan Mirip Daun Sirih

Secara morfologi, daun bungkus Papua memiliki bentuk mirip dengan daun sirih. Ukuran daun mulai dari 15 cm dengan lebar 8 cm, ada pula yang panjang 7 cm dengan lebar 4 cm. Tanaman ini tumbuh secara bergerombol, menjalar juga menjuntai. 

Sama bermanfaatnya dengan daun sirih, warga Papua telah menggunakan daun bungkus Papua sebagai salah satu obat herbal yang diwariskan secara turun temurun. Selain khasiatnya yang langsung terasa, penggunaan tanaman ini menjadi tradisi penting bagi masyarakat Papua.

Banyak Manfaat sekaligus Berbahaya

Manfaat daun bungkus antara lain dipercaya dapat memperbesar ukuran penis, meningkatkan gairah seksual hingga melancarkan peredarah darah di sekitar penis. 

Meskipun begitu, belum banyak ahli yang meneliti tanaman ini sehingga tidak ada prosedur resmi mengenai cara penggunaannya.

Daun bungkus Papua baru diketahui mengandung zat histamin dan zat saponin dimana keduanya jika digunakan secara asal dapat membahayakan pengguna. 

Cara penggunaannya secara tradisional yaitu dengan membungkus penis menggunakan daun secara langsung ke kulit. Namun, hal ini ternyata dapat menimbulkan efek panas berupa inflamasi akut yang dapat melepuhkan kulit. 

Efek panas berlebihan yang sangat menyengat dapat merusak jaringan saraf disekitar penis yang dapat menimbulkan luka bernanah dan kesulitan buang air kecil karena saluran uretra yang bengkak. 

Oleh karena itu, dianjurkan untuk tidak menggunakan cara tradisional saat melakukan pengobatan dengan tanaman herbal ini. 

Meskipun khasiatnya populer dan sudah diwariskan secara turun temurun, Anda tetap harus berkonsultasi dengan dokter sebelum penggunaan. Daun bungkus Papua merupakan salah satu dari sekian banyak potensi tanaman herbal yang dapat dikembangkan oleh warga lokal agar wawasan kekayaan alam Indonesia terus lestari.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Halodoc, Wikipedia, Mongabay

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU