Tiga satwa endemik asal Papua Tengah
PAPUA TENGAH - Tanah Papua merupakan rumah dari segala macam fauna, flora dan sumber daya alam yang sangat kaya. Mulai dari spesies yang sering ditemui hingga spesies langka yang hanya ada di Papua.
Sekitar 60 juta tahun lalu, Pulau Papua yang bersatu dengan daratan Australia mulai memisahkan diri akibat tumbukan aktif antar lempeng tektonik.
Sebagai daratan yang terpisah dari pulau-pulau lainnya di Indonesia, Papua memiliki beragam spesies fauna yang termasuk endemik dan lebih mirip dengan fauna di Australia.
Baca juga: Mengenal Frans Kaisiepo, Pahlawan Persatuan Indonesia dari Tanah Papua
Berikut tiga satwa endemik yang ada di Papua khususnya di Papua Tengah:
Dingiso (Dendrolagus mbaiso) (Wikimedia)
Dingiso (Dendrolagus mbaiso) merupakan satwa endemik Papua Tengah yang mirip dengan kanguru di Australia. Hewan ini dikategorikan sebagai kanguru pohon yang juga dikenal oleh warga lokal dengan nama Bakaga.
Orang lokal terutama Suku Moni percaya bahwa Dingiso yang juga diberi nama ilmiah Mbaiso merupakan binatang sakral yang merepresentasikan roh leluhur.
Habitatnya ditemukan di dalam Taman Nasional Lorentz tepatnya di sekitar dataran tinggi dengan ketinggian sekitar 3200 hingga 3400 meter di atas permukaan laut.
Ciri-ciri Dingiso antara lain memiliki tubuh yang cukup besar dengan panjang sekitar 52-81 sentimeter, panjang ekor 40-94 sentimeter dan berat mulai dari 6,5-14,5 kilogram. Karena hidup di pohon, Dingiso memiliki adaptasi tubuh khusus berupa lengan panjang dan berotot, ekor panjang untuk menjaga keseimbangan serta kaki belakang besar dan empuk untuk memanjat pohon.
Sayangnya, Dingiso memiliki status sangat langka dan nyaris punah hingga jumlahnya hanya sekitar 10-15 ekor di setiap spesiesnya.
Kasturi kepala hitam (Lorius lory) (Wikimedia/Eric Lefevre)
Hewan endemik dari Papua Tengah lainnya adalah burung bernama Kasturi Kepala Hitam (Lorius lory). Hewan ini dapat ditemukan di habitat aslinya yaitu Papua Nugini dan sudah dilepasliarkan di berbagai konservasi seperti Cagar Alam Nabire.
Ciri khas yang langsung dikenali dari burung ini yaitu bulu berwarna merah di bagian tubuh dan warna hitam di bagian atas kepala menciptakan ilusi seperti memakai topi. Sebagai burung kecil, ia memiliki suara merdu bervariasi untuk berkomunikasi satu sama lain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Riset Penulis, Mongabay