PAPUA TENGAH - Sebanyak 42 ton ikan bawal hitam asli Papua Tengah telah diekspor secara perdana ke Malaysia pada Selasa (30/6) di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Pomako.
Pelepasan dan sertifikasi dilakukan oleh Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Provinsi Papua Tengah (Karantina).
Acara dihadiri oleh Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa beserta sejumlah kepala bagian dan para kepala kampung pesisir juga pelaku usaha perikanan.
Ikan bawal hitam seberat 42 ton tersebut adalah milik CV Seafood Sejahtera Papua (SSP) yang diperkirakan memiliki nilai ekspor mencapai Rp756 juta.
Gubernur mengapresiasi keberhasilan ini dan menyebutnya sebagai momentum penting bagi sektor kelautan dan perikanan Papua Tengah.
Adanya ekspor perdana ini juga diharapkan menjadi tonggak penting pembukaan pasar internasional di Papua Tengah terutama di sektor perikanan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Seputar Papua