PAPUA TENGAH - Papua Tengah memiliki beragam seni kerajinan asli yang memiliki nilai tradisi dan diwariskan secara turun temurun dari leluhur. Salah satu seni kerajinan yang paling dikenal adalah seni ukir dan anyam Suku Kamoro yang berasal dari Mimika.
Kesenian ini memiliki nilai sejarah dan spiritual yang hanya diwarisi oleh keturunan Suku Kamoro. Meskipun begitu, produk kerajinannya lambat laun digemari banyak orang dari kalangan lokal, nasional hingga internasional.
Oleh karena itu, peluang ini banyak dimanfaatkan oleh para seniman Kamoro untuk menjadi sumber penghasilan sekaligus melestarikan budaya.
Yayasan Maramowe hadir sebagai rumah untuk para seniman yang dapat membantu dan memfasilitasi agar ukiran dan anyaman Kamoro semakin dikenal dan lestari.
Berikut beberapa fakta menarik terkait Yayasan Maramowe:
1. Berasal dari Kepedulian Seni Kamoro
Upaya pelestarian budaya Kamoro yang menjadi cikal bakal Yayasan Maramowe telah dimulai sejak 1996. Yayasan ini hadir sebagai wadah untuk menjaga agar seni ukir dan budaya Kamoro tidak hilang akibat perkembangan zaman.
2. Menaungi 550 Seniman Kamoro
Yayasan Maramowe menjadi rumah bagi sekitar 550 seniman, mulai dari pengukir hingga penganyam, yang berasal dari berbagai kampung di wilayah pesisir Mimika. Mereka mendapatkan pendampingan dalam berkarya sekaligus memasarkan hasil kerajinannya.
3. Produk Kerajinan Penuh Cerita
Setiap ukiran Kamoro memiliki filosofi dan kisah adat. Yayasan selalu mendorong para seniman untuk menjelaskan makna setiap karya sehingga nilai budaya tetap terjaga, bukan sekadar menjadi produk kerajinan. Oleh karena itu, setiap ukiran dan anyaman selalu memiliki nilai unik tersendiri yang tidak bisa ditiru.
4. Gelar Depalan Festival Budaya Kamoro
Pada periode 1998–2005, Yayasan menyelenggarakan Festival Budaya Kamoro (Kamoro Kakuru) sebanyak delapan kali. Festival ini berhasil membangkitkan kembali semangat para pengukir dan memperkenalkan budaya Kamoro kepada masyarakat luas.
Gelaran terbaru dilaksanakan pada bulan November tahun 2025 di Pelataran GOR Futsal Timika dengan tajuk "Festival Budaya Lokal Amungme-Kamoro Berwawasan Nusantara".
5. Kembangkan Wisata Edukasi Budaya
Sejak 2008, Yayasan mulai mengembangkan konsep wisata edukasi budaya Kamoro dan membantu menghadirkan beberapa kampung wisata agar masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi sekaligus memperkenalkan budaya Kamoro kepada wisatawan.
6. Raih Penghargaan Tingkat Nasional
Pada 2021, Yayasan Maramowe Weaiku Kamorowe menerima Anugerah Kebudayaan Indonesia dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dalam kategori Pelestari, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya melestarikan budaya Kamoro.
7. Kunjungi Galeri dan Bengkel Ukir di Timika
Yayasan mengelola Galeri Seni Kamoro dan workshop ukir di kawasan Nawaripi, Timika, yang menjadi tempat para seniman berkarya, belajar, sekaligus memamerkan hasil ukiran kepada pengunjung.
Itu dia beberapa fakta menarik terkait Yayasan Maromowe yang berjasa dalam mengembangkan sekaligus melestarikan seni ukir dan anyaman Suku Kamoro di Papua Tengah. Bagi Anda yang masih penasaran, bisa cek akun sosial media instagram mereka di @maramowe_foundation dan channel Youtube di maramowe foundation.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/maromowe_foundation