PAPUA TENGAH - Three Kings Cathedral Timika atau Gereja Katedral Timika merupakan gereja utama (katedral) umat Katolik di Keuskupan Timika, sekaligus tempat berlangsungnya perayaan liturgi besar dan berbagai aktivitas rohani masyarakat Katolik di wilayah Papua Tengah. Gereja ini dikenal sebagai simbol keimanan dan pusat pelayanan rohani dalam komunitas Katolik lokal. Selain sebagai tempat ibadah, Three Kings Cathedral Timika juga memiliki banyak fakta menarik sepanjang tempat ini berdiri. Berikut 5 faktanya:
1. Katedral Utama Keuskupan Timika
Three Kings Cathedral adalah gereja katedral bagi Keuskupan Timika, menjadikannya pusat resmi pelayanan umat Katolik di wilayah Papua Tengah. Semua perayaan besar keuskupan, termasuk misa pontifikal dan tahbisan uskup, semuanya dipusatkan di gereja ini.
2. Dibangun setelah Keuskupan Timika Berdiri
Keuskupan Timika dibentuk oleh Paus Yohanes Paulus II pada 19 Desember 2003. Tak lama setelah itu, pembangunan katedral dimulai sekitar 2004-2005, sebagai simbol hadirnya struktur Gereja Katolik yang mandiri di kawasan Papua bagian tengah. Pada tahun 2010, gereja ini diresmikan oleh Nunsius Apostolik (Duta Vatikan untuk Indonesia), Leopoldo Girelli.
3. Ikon Kota Timika dengan arsitektur megah
Katedral ini mampu menampung sekitar 2.000 umat, dengan menara setinggi ±55 meter yang menjadikannya salah satu bangunan gereja paling mencolok di Timika. Letaknya yang strategis membuat Three Kings Cathedral dikenal luas sebagai landmark rohani kota.
4. Lokasi yang strategis
Gereka Katedral Timika terletak di Jl. Jl. Yos Sudarso, Kwamki, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Berada di pusat kota Timika, gereja ini mudah diakses umat dari berbagai wilayah, bahkan dari kabupaten sekitar yang datang khusus untuk mengikuti perayaan besar gereja.
5. Pusat kegiatan umat Katolik di Papua Tengah
Salah satu momen bersejarah terbaru adalah penahbisan Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA, sebagai Uskup Timika pada Mei 2025, yang dihadiri ribuan umat dan tokoh gereja nasional. Uskup Baru merupakan uskup kedua yang memiliki darah asli Papua yang menerima tahbisan episkopa setelah Uskup Yanuarius Natopai Tu dari Keuskupan Jayapura. Ia juga merupakan imam dari Ordo Santo Agustinus (OSA) pertama yang diangkat menjadi uskup di Indonesia.
Selain itu, katedral ini rutin menjadi tempat:
- Misa harian dan misa Minggu
- Perayaan Natal, Paskah, dan Jumat Agung
- Kegiatan doa, pastoral, serta pertemuan umat lintas paroki
Three Kings Cathedral bukan hanya bangunan gereja, tetapi jantung kehidupan iman Katolik di Papua Tengah yang menyimpan sejarah, menjadi saksi peristiwa besar gereja, sekaligus pusat harapan dan persekutuan umat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Agenzia Fides, Gcatholic.org