Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 22 MEI 2026 • 15:32 WIB

Kenali Upacara Ero Era Tu Ura, Tradisi Sakral untuk Anak-Anak Papua

Kenali Upacara Ero Era Tu Ura, Tradisi Sakral untuk Anak-Anak PapuaTradisini Ero Era Tu Ura atau tindik telinga pada anak-anak perempuan Papua (Pesona Papua)

PAPUA TENGAH - Papua memiliki berbagai upacara yang sakral dan sudah menjadi tradisi generasi ke generasi, tak terkecuali upacara Ero Era Tu Ura.

Ero Era Tu Ura pada dasarnya merupakan sebuah rangkaian adat yang ditujukan untuk menindik telinga anak-anak perempuan Papua. Tidak sekedar menindik telinga, upacara ini memiliki persyaratan yang harus dipenuhi agar makna dan kesakralannya terjaga.

Upacara tindik telinga sendiri ada beragam jenis tergantung siapa yang ditindik. Di wilayah Fakfak terdapat upacara bernama Kuk Kir Kna khusus untuk anak perempuan sulung. Sedangkan, di suku pedalaman seperti Suku Dani dan Asmat, dilaksanakan upacara tikam telinga untuk anak laki-laki dan perempuan sebagai tanda kedewasaan.

Pada Ero Era Tu Ura, anak-anak perempuan yang akan ditindik berada di rentang usia 3-5 tahun. Selain itu, upacara harus dipimpin oleh seorang dukun perempuan yang disebut dengan Aebe Siwei serta dihadiri oleh keluarga dari anak yang akan ditindik juga para tetangga sekitar.

Anak-anak akan didudukkan di atas tikar sembari menunggu daun telinganya ditindik menggunakan alat khusus yang terbuat dari bahan alami seperti kayu atau tulang.

Orang Papua percaya bahwa telinga adalah panca indra yang sangat penting dan harus dijaga.Upacara adat ini dilaksanakan untuk menjaga telinga anak-anak agar mendengar hal-hal yang baik saja. 

Tidak hanya itu, anak-anak yang telah menjalani upacara tindik telinga diharapkan tumbuh menjadi anak berkelakuan baik dan mau menerima nasihat orang tua. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Riset Penulis

BERITA TERBARU

Kenali Upacara Ero Era Tu Ura, Tradisi Sakral untuk Anak-Anak Papua

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!