PAPUA TENGAH - Insiden penembakan terjadi di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika yang menyebabkan enam warga sipil mengalami luka-luka. Polda Papua Tengah segera menyelidiki kasus ini dan mengevakuasi warga terdampak.
Lokasi kejadian berada di kamp pendulangan tradisional (Kali Kabur) yang masih dalam pengawasan ketat oleh Kepolisian untuk mengamankan situasi.
Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini pada Jumat (8/5) mengatakan bahwa pihaknya belum bisa menyampaikan kronologi kejadian karena masih dalam tahapan pengumpulan informasi.
Dilaporkan hingga saat ini, terdapat korban enam warga sipil yang mengalami luka-luka akibat insiden penembakan dan berhasil dievakuasi serta diberikan penanganan medis di Rumah Sakit Tembagapura. Kepolisian belum menemukan informasi akurat mengenai adanya korban jiwa.
Personel gabungan Brimob Batalyon B, Satgas Amole, dan Polsek Tembagapura, juga mengevakuasi 256 warga yang mengamankan diri dari lokasi kejadian menuju Pos Brimob Camp David di MP 72 untuk diarahkan ke beberapa lokasi aman.
“Intinya fokus kita saat ini mengevakuasi masyarakat dan saya telah memerintahkan jajaran untuk melakukan pendampingan kepada masyarakat,” tegas Kapolda.
Sebelum kejadian ini, terjadi klaim operasi militer pada tanggal 6-7 Mei 2026 lalu oleh pihak TPNPB-OPM yang menyebabkan korban penembakan dari warga sipil hingga dilaporkan ada yang meninggal dunia.
Belum ada pernyataan resmi dari pihak TNI terkait operasi militer tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Seputar Papua