PAPUA TENGAH - Peringatan dini cuaca ekstrem yang akan menyerang wilayah Tembagapura telah dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Moses Kilangin Mimika. Dampaknya dapat berpotensi memicu bencana tanah longsor.
Pada Rabu (29/4) berdasarkan keterangan dari forecaster BMKG Mimika, Willy, cuaca ekstrem berupa curah hujan intensitas sedang hingga tinggi diprediksi akan mengguyur Kabupaten Mimika dari tanggal 29 April hingga 1 Mei.
Willy menjelaskan, meskipun BMKG Pusat mengatakan akan adanya fenomena El Nino yang memicu kekeringan panjang tahun ini di Indonesia, wilayah Mimika justru berbeda karena memiliki karakteristik unik dengan tipe hujan bersifat lokal.
Curah hujan tinggi diperkirakan akan menyerang area Tembagapura terutama wilayah Mile 55 yang bahkan disebut sebagai area terbasah kedua di dunia.
Hal tersebut dipicu oleh topografi area Tembagapura yang merupakan pegununungan ekstrem sehingga memicu pembentukan awan konvektif. Awan ini dibentuk dari massa udara panas yang bergerak dan berkumpul di dinding pegunungan.
“Untuk tiga hari ke depan, Tembagapura didominasi cuaca berawan di pagi hari. Namun, memasuki siang, malam, hingga dini hari, potensi hujan sangat besar,” jelas Willy.
Hal ini menjadi pertimbangan serius mengingat adanya potensi bencana hidrometeorologi berupa longsor akibat curah hujan tinggi.
Diharapkan agar masyarakat dapat melakukan tindakan preventif sejak dini dan hindari keluar rumah saat hujan lebat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara Papua Tengah