Rabu, 29 APRIL 2026 • 18:52 WIB

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Mimika Dorong Korban KDRT dan Bully untuk Berani Lapor

Author

Ilustrasi KDRT (pixabay.com)

PAPUA TENGAH - Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Mimika, Johana Arwan menargetkan agar para korban KDRT dan bullying anak untuk berani lapor.

Berdasarkan keterangannya pada Senin (28/4), Johana menyampaikan data terkait penyebab timbulnya KDRT di wilayah Mimika. Ia menjelaskan bahwa salah satu pemicu utamanya adalah karena minuman keras (miras). 

“KDRT itu kebanyakan disebabkan oleh miras. Banyak sekali kasus yang terjadi, tetapi korban dan keluarga korban takut untuk melaporkan," ujarnya.

Baca juga: Daftar Nomor Penting di Nabire: Polisi, Rumah Sakit dan Damkar

Oleh sebab itu, ia berharap agar distribusi miras dapat dikendalikan supaya kasus KDRT bisa diminimalisir. 

Penyebab lainnya yaitu faktor ekonomi dalam keluarga yang seringkali tidak mencukup kebutuhan sehingga jadi pemicu KDRT hingga kekerasan terhadap anak.

DP3AP2KB sendiri menganjurkan agar para korban maupun saksi mata berani untuk melaporkan pelaku. 

Selain KDRT, Johana juga menyoroti agar korban bullying atau perundungan juga berani melapor. Menurutnya, masih banyak kasus perundungan yang terjadi di sekolah Mimika termasuk lingkungan masyarakat secara umum.

Ia menambahkan, berdasarkan beberapa kasus perundungan yang didiamkan, anak yang menjadi korban terlambat ditangani dan akhirnya mengalami depresi berat. Sehingga, salah satu solusinya adalah untuk melaporkan pelaku juga mengantarkan korban ke tenaga medis profesional. 

DP3AP2KB bekerja sama dengan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Mimika sehingga jika ingin melapor bisa langsung berkunjung ke kantor atau menghubungi kontak 110 atau 081248698514.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara Papua Tengah

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU