PAPUA TENGAH - Alam Papua menjadi salah satu keajaiban tak terkira yang Indonesia miliki. Salah satu keajaiban tersebut ialah salju abadi yang ada di Carstenz Pyramid atau umum dikenal dengan Puncak Jaya.
Gunung yang termasuk ke dalam rangkaian Pegunungan Jayawijaya ini, dinobatkan menjadi salah satu dari tujuh puncak gunung tertinggi di dunia yang disebut dengan 7 Summits.
Berkat ketinggiannya yang mencapai 4.884 meter di atas permukaan laut, Puncak Jaya memiliki fenomena unik berupa salju abadi di khatulistiwa.
Berikut beberapa fakta menarik tentang puncak gunung di negara tropis yang tertutupi salju abadi ini:
Awalnya dianggap mitos
Puncak Jaya atau Carstenz Pyramid ditemukan pertama kali pada tahun 1623 oleh seorang pelaut asal Belanda bernama Jan Carstenszoon. Ia mengarungi lautan selatan Papua hingga tak sengaja melihat puncak gunung yang tertutup salju dari kejauhan.
Awalnya, laporan Carstenzoon dianggap konyol karena berdasarkan teori dasar iklim, tidak mungkin salju turun di wilayah dekat khatulistiwa. Akhirnya, penemuan ini dianggap mitos selama berabad-abad.
Laporan pengamatan ini akhirnya dianggap serius saat seorang penjelajah Belanda bernama Hendrikus Albertus Lorentz melakukan ekspedisi pada tahun 1903-1913. Ia mendekati wilayah pegunungan tengah Papua dan dapat mengkonfirmasi dari dekat mengenai salju di puncak gunung tersebut.
Salah Satu dari 7 Summits Dunia
Seven Summits merupakan tujuh puncak gunung tertinggi di dunia yang letaknya tersebar di tujuh benua. Banyak pendaki profesional yang bermimpi untuk menaklukkan ketujuh puncak ini.
Gunung Puncak Jaya sendiri termasuk ke dalam list 7 Summits versi Messner List yang beradai di posisi ketujuh. Ketinggiannya mencapai 4.884 mdpl, menjadikannya sebagai gunung tertinggi di kawasan Australia-Oseania.
Ditaklukkan pertama kali pada tahun 1962 oleh tim ekspedisi internasional Heinrich Harrer, Philip Temple dan Russel Kippax, menjadikannya sebagai tonggak sejarah pendakian dunia karena medan Puncak Jaya yang dikenal sangat ekstrem.
Keajaiban Salju Abadi
Berkat ketinggiannya, Puncak Jaya menyimpan fenomena unik yang jarang terjadi di wilayah khatulistiwa yaitu turunnya salju. Salju tersebut bersifat abadi dan disebut sebagai satu-satunya cadangan gletser tropis Indonesia. Fenomena ini terbentuk lewat curah hujan tinggi di gunung yang akhirnya membeku karena ketinggian dan suhu rendah yang ekstrem.
Hamparan salju ini terpampang luas bahkan menutupi area seluar 3.300 hektar pada tahun 1992. Sayangnya, tutupan salju terus menyusut dari tahun ke tahun karena perubahan iklim yang diprediksi dapat hilang sepenuhnya dalam beberapa dekade ke depan.
Pendakian Ekstrem
Banyak pendaki profesional yang menargetkan Puncak Jaya sebagai gunung pertama yang ditaklukkan dalam daftar 7 Summits. Meskipun menjadi yang 'terpendek' di antara daftar tersebut, bertemu dengan salju di puncaknya adalah hal yang dikenal sulit.
Area sekitar gunung dikelilingi hutan tropis lebat sehingga dibutuhkan waktu berhari-hari untuk mencapai kaki gunung jika melalui jalur darat. Saat ini, sudah disediakan layanan helikopter untuk para pendaki untuk memangkas waktu.
Belum selesai, pendaki harus bersiap memanjat dinding curam gunung yang berupa karst dan penuh dengan batuan tajam. Cuaca disekitarnya juga dikenal tidak menentu dan cenderung ekstrem seperti badai atau tertutup kabut tebal. Meskipun begitu, seluruh perjuangan mendaki gunung Puncak Jaya akan terbayar tuntas saat berhasil mencapai titik tertingginya.
Itu dia beberapa fakta menarik tentang Puncak Jaya terutama keajaiban salju abadi di puncaknya. Meskipun dapat hilang sepenuhnya karena perubahan iklim, keindahan Puncak Jaya akan tetap abadi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ekuatorial.com